Peran Sosial Media dalam Mendukung Destination Branding
| 1:30 AM |
Bisa dikatakan bahwa sekarang ini adalah eranya sosial media. Manusia sebagai makhluk sosial sudah memiliki medium yang begitu luas dalam sarana bertukar informasi.
Kita terhubung dengan orang lain baik yang kita kenal ataupun tidak pada dunia maya. Twitter, Facebook, Path, Instagram, Pinterest,dan Flickr adalah beberapa media populer yang sering kita pakai untuk saling bertukar foto dan informasi.
Sosial media menjadi sarana penyebaran informasi, tren, hingga lifestyle. Contoh paling sederhana, sekarang ini sudah sangat lumrah kita temukan orang-orang menjepret makanannya terlebih dahulu sebelum dimakan, lalu mengunduhnya ke sosial media seperti Instagram. Dan bagi orang lain yang tergiur melihat tampilan makanan pada foto, mereka akan tergerak untuk datang dan mencoba makanan di restoran tersebut.
Sama halnya dengan tempat wisata. Pada saat hendak berlibur atau mengunjungi tempat wisata, kita sering browsing dulu di dunia maya. Media sosial membuat manusia bebas berinteraksi namun sekaligus lebih mandiri. Sudah bukan zamannya lagi bersikap pasif dan menerima informasi satu arah dari iklan atau brosur pariwisata, sekarang kita bisa ikut aktif dan membentuk opini serta mempengaruhi orang dalam menentukan destinasi liburan. Tidak jarang foto-foto pada sosial media ataupun review dari travel blogs sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan berlibur.
Begitu pula dengan word of mouth berupa review dari orang-orang yang pernah datang dan mengunjungi suatu destinasi liburan ikut memberi andil. Dari sini dapat kita lihat bahwa sosial media sebenarnya merupakan salah satu instrumen yang sangat berpotensi dalam menyukseskan kampanye destination brand sebuah lokasi ataupun negara. Ada beberapa contoh menarik yang dapat kita lihat. Yang pertama adalah negeri tetangga kita, Singapura, yang dengan cerdas memanfaatkan kekuatan sosial media pada destination brand-nya Your Singapore.
Ketika kita masuk ke dalam website-nya yang user friendly, kita dapat memersonalisasi rencana berlibur kita secara digital. Memilih dan menempatkan sendiri tempat berlibur favorit kita di Singapura secara virtual dan yang paling menarik adalah kita bisa membagi dan merekomendasikan agenda perjalanan kita kepada para komunitas digital lainnya melalui beragam social media tools.
Adanya penyebaran informasi yang menarik, cepat dan efisien lewat social media meningkatkan jumlah pengunjung potensial yang mau berkunjung ke Singapura. Contoh lainnya adalah cara inovatif dengan memanfaatkan jejaring sosial media yang dilakukan destination brand Discover Ireland, Irlandia.
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari Jerman yang merupakan salah satu target marketpariwisata terbesar di sana, Discover Ireland merangkul blogger Jerman terkenal Kai Müller dengan tajuk Mission Ireland. Kai Müller diminta untuk melakukan sebulan perjalanan di berbagai lokasi dan pelosok Irlandia serta merekam jejak pengalamannya pada sebuah blog travel dan sosial media seperti Facebook/Twitter yang memang khusus dibuat untuk Mission Ireland.
Yang menarik adalah di mana para komunitas digital blog Kai Müller dapat menentukan spot-spot destinasi mana yang akan dituju serta memberikan misi dan tantangan bervariatif serta menghibur yang harus diselesaikan oleh Kai Müller di lokasi-lokasi di Irlandia. Yang dikomunikasikan bukan lagi sekadar keindahan sebuah lokasi pariwisata,namun pengalaman menarik serta sudut pandang unik dari orang yang sedang melakukan sebuah perjalanan. Tercipta sebuah hubungan yang erat dan lebih humanis antara destination brand dan target market-nya.
Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa sebagus apapun lokasi sebuah tempat, atau seindah apapun tampilan visual dari brandmark atau website dari sebuah destination brand, apabila kita tidak dapat memanfaatkan kemajuan dunia komunikasi dengan baik, masih bersifat informasi satu arah dan melakukan hal-hal konvensional dalam menjaring pengunjung, maka destination brand tersebut akan sulit untuk berkumandang gaungnya dan kurang diketahui khalayak ramai.
DANIEL SURYA
Chairman & President South East Asia
DESY NATALIA WIJAYA
Sr. Brand Designer DM IDHOLLAND (Koran SI/Koran SI/ade)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment