9 Kiat Pemasaran untuk Organisasi Nirlaba di Jejaring Sosial

shares |


Semua upaya pemasaran tidaklah sama. Satu jenis perusahaan memiliki kebutuhan dan kondisi yang sama sekali berlainan dari perusahaan lainnya. Begitu juga di jejaring sosial, upaya pemasaran yang dilancarkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya perlu disesuaikan.

Mungkin kita sudah banyak mengetahui kiat pemasaran yang diperuntukkan untuk perusahaan yang berorientasi laba. Namun, bagaimana  dengan organisasi nirlaba yang juga harus memiliki strategi dan upaya pemasaran agar tetap dapat beroperasi dan langgeng?

Berikut adalah 9 poin yang dibagikan oleh 9 entrepreneur sosial pada Anda yang masih kebingungan dalam melakukan pemasaran untuk bisnis sosialsebagaimana dilansir dari laman HuffingtonPost (6/11/2012).

Kiat 1: Jelas dan singkat (Brent Beshore dari AdVentures)

Sampaikan dengan jelas di social media. Sering kita temui banyak lembaga nirlaba membombardir para pendukung potensial dengan pesan-pesan marketing yang membingungkan karena terlalu kompleks. Tetapkan satu pesan dalam satu periode waktu dan sampaikan dengan sederhana. Orang akan lebih mudah menyepakati poin pesan yang Anda coba sampaikan dan melakukan anjuran dalam pesan itu jika mereka dengan mudah memahami intinya.

Kiat 2: Sampaikan  terima kasih (Robert J. Moore dari RJMetrics)

Mintalah penyumbang nama pengguna mereka di jejaring sosial (di Facebook atau Twitter, dsb) saat mengumpulkan informasi mengenai mereka. Kemudian saat mereka menyumbang, minta ijin untuk secara publik menyebutkan mereka di kanal jejaring sosial atas sumbangan mereka. Ini bisa bermanfaat bagi bisnis sosial Anda karena si penyumbang mendapatkan pengakuan atas perbuatan baik mereka dan Anda membuat brand bisnis sosial tersebut menjadi lebih populer karena terjadi keterlibatan dengan para fans atau pengikut di jejaring sosial, yang ditandai dengan banyaknya like dan retweet.

Kiat 3: Minta suara, bukan uang (Derek Shanahan dari Foodtree)

Di jejaring sosial, setiap orang merupakan papan iklan untuk menyebarkan pesan positif Anda. Kita semua mengetahui bahwa rekomendasi dari seseorang yang kita ketahui ialah salah satu cara pemasaran terbaik sehingga lembaga nirlaba semestinya memaksimalkan para pendukung dengan memberikan insentif “donasi suara”. Jadikan lebih menyenangkan, atau berguna bagi seseorang untuk menyebarkan pesan positif mengenai Anda. Fokuskan pada nilai tambah yang ada dan para fans serta pengikut brand bisnis sosial Anda akan mengajak orang lain pula untuk menyokong bisnis dan misi sosial Anda.

Kiat 4: Buat konten berkualitas (John Hall dari Digital Talent Agents)

Hasilkan  konten berkualitas untuk dikirimkan bersama dengan pesan sosial bisnis Anda. Anda dapat meraih hasil yang mencengangkan dengan berbagi konten dengan para pendukung Anda setelah mereka memahami tempat Anda berasal, mereka akan lebih termotivasi untuk memberikan bantuan.

Kiat 5: Ini tentang penceritaan sebuah kisah (Abby Ross dari Blueye Creative)

Untuk lembaga  nirlaba, inilah peluang untuk bercerita. Kisah yang dibagikan haruslah perpaduan antara hasil pengukuran kuantitatif dan narasi (penjelasan) kualitatif untuk menarik orang.

Kiat 6: Berbagi insentif (Aaron Schwartz dari Modify Watches)

Umumnya cukup sukar menunjukkan dampak yang diberikan lembaga nirlaba tetapi bisnis sosial memberikan kanal gratis untuk secara terus menerus menyebarkan kisah tersebut. Peluang terbesar yang dapat diraih lembaga nirlaba melalui jejaring sosial ialah mendapatkan pendukung untu berbagi pesan positif mereka ke lebih banyak orang. Fokuslah dalam upaya membuat kisah yang disampaikan semenarik mungkin bag masyarakat (pengguna jejaring sosial) atau bahkan menciptakan insentif atau imbalan bagi mereka yang mau berbagi sehingga orang lain akan menemukan upaya sosial yang sedang Anda kerjakan demi kebaikan orang banyak.

Kiat 7: Tanyakan (Caitlin McCabe dari Real Bullets Branding)

Kita mungkin tak temui banyak kesulitan dalam membagikan kisah dan kesadaran akan keberadaan lembaga nirlaba dan misi sosialnya tetapi patut dipikirkan pula bagaimana para pengguna jejaring sosial ini dapat membantu Anda pula. Banyak lembaga nirlaba memenuhi akun jejaring sosial mereka dengan kisah ini itu tetapi sayangnya mereka tidak menjelaskan bagaimana cara yang konkret untuk dapat membantu. Orang akan bertanya-tanya, “Apa yang mereka ingin saya lakukan?”

Kiat 8: Edukasi dan informasi (Derek Johnson dari Tatango)

Saat seseorang menyumbang atau mengambil tindakan mewakili sebuah lembaga nirlaba, dampaknya akan besar dan luas  tetapi saat seseorang memahami alasan mengapa mereka dan semua teman mereka mesti menyumbang atau mengambil tindakan, itu akan jauh lebih luas dalam memberikan dampak konkret. Saat menggunakan jejaring sosial apapun, sebuah lembaga nirlaba harus berfokus apda pemberikan edukasi pada masyarakat, karena para pendukung yang lebih terdidik akan lebih berguna daripada mereka yang mengikuti atau menjadi fans tanpa memiliki motivasi dan edukasi apapun.

Kiat 9: Akhiri dengan imbauan berbuat (Lisa Nicole Bell dari Inspired Life Media Group)

Pesan yang menginspirasi di jejaring sosial sangat positif tetapi imbauan sederhana untuk berbuat sesuatu yang  nyata akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam jangka panjang. Undanglah para pengguna jejaring sosial untuk bergabung dalam mailing list Anda atau bergabung dengan brand sosial Anda di jejaring sosial. (*AP)

Related Posts

0 comments:

Post a Comment